Pendekatan Pengukuran Produktivitas Di Level perusahaan - Manajemen Kinerja SDM
Pengambilan Keputusan
Menurut Smith dan Wekeley (1995), produktivitas adalah produksi atau output yang dihasilkan dalam satu kesatuan waktu untuk input. Produktivitas didefinisikan sebagai hubungan antara input dan output suatu sitem produksi. Secara umum produktivitas dapat diartikan sebagai ukuran seberapa optimal sumber daya yang digunakan secara bersama-sama dalam sebuah perusahaan. Jika lebih banyak output yang dihasilkan dengan input yang sama, maka disebut terjadi peningkatan produktivitas. Begitu juga kalau input yang lebih rendah dapat menghasilkan output yang tetap, maka produktivitas dikatakan meningkat.
Perilaku Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas secara umum diantaranya adalah
sebagai berikut:
- Faktor tenaga kerja. Tenaga kerja dalam produktivitas merupakan faktor yang sangat penting, karena dengan tenaga kerja yang terdidik lebih sehat dan lebih bergizi dan berketerampilan akan meningkatkan semangat untuk bekerja.
- Faktor Energi. Energi juga berpengaruh terhadap pencapaian produktivitas dalam perusahaan. Karena dengan adanya energi yang tersedia dan juga mudah dalam perolehannya maka perusahaan akan lebih cepat memproduksi barang yang akan diproduksi.
- Faktor Modal. Modal merupakan faktor dominan dalam pencapaian sasaran produktivitas yaitu berupa investasi awal seperti mesin, gedung, peralatan, serta bahan baku.
- Faktor metode dan proses. Metode berpengaruh pada perencanaan tata ruang tugas dan produksi serta pengawasan produksi.
- Faktor lingkungan baik internal maupun eksternal. Faktor meliputi organisasi dan sistem manajemen, kondisi kerja, kondisi ekonomi dan perdagangan serta sosial dan politik.
Hubungan Produktivitas dengan efisiensi dan efektifitas
Efektivitas adalah merupakan derajat pencapain output dari sistem produksi sedangkan efesiensi adalah ukuran yang menunjukan sejauh mana sumber-sumber daya digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan output. Nah Jika efektivitas berorientasi pada hasil atau keluaran (output) yang lebih baik dan efisien berorientasi pada masukan (input), maka produktivitas berorientasi pada keduanya. Jika efektivitas membandingkan hasil yang dicapai, dan efisiensi membandingkan masukkan sumber-sumber daya yang digunakan, maka produktivitas membandingkan hasil yang dicapai dan sumber daya yang digunakan, yang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
πππππ’ππ‘ππ£ππ‘ππ = ππ’π‘ππ’π‘ π¦πππ ππβππ πππππ / ππππ’π‘ π¦πππ ππππ’ππππn.....................................(1)
= πππππ‘ππ£ππ‘ππ ππππππ πππππ π‘π’πππ / efisiensi penggunaan sumber daya ...... (2)
= πππππ‘ππ£ππ‘ππ / ππππ ππππ π ..................................................................................(3)
Metode Pengukuran Produktivitas Perusahaan
Pengukuran produktivitas berdasarkan pendekatan rasio output/input dan angka indeks. Langkahlangkah pengukuran produktivitas model Summanth:
- Menetapkan jumlah periode pengukuran dan memilih periode dasar.
- Mengklasifikasi variabel pengukuran output dan input.
- Mentabulasi data seluruh variabel selama periode yang telah ditetapkan.
- Menghitung produktivitas total dan produktivitas parsial periode.
- Mengindekskan nilai produktivitas total dan produktivitas parsial masing-masing periode berdasarkan indeks produktivitas periode dasar.
- Menginterprestasikan indeks produktivitas total dan parsial selama periode pengukuran.
Manfaat Pengukuran Produktivitas
Suatu organisasi perusahaan perlu mengetahui pada tingkat mana perusahaan itu beroperasi, agar dapat membandingkan produktivitas standart yang ditetapkan manajemen, mengukur tingkat produktivitas dari waktu ke waktu, dan membandingkan dengan produktivitas industri sejenis yang menghasilkan produk serupa. Hal ini penting agar perusahaan dapat membandingkan daya saing dari produk yang dihasilkannya dipasar global yang kompetitif. Nah Manfaat pengukuran produktivitas itu sendiri dalam suatu organisasi perusahaan antara lain yaitu:
- Strategi untuk meningkatkan produktivitas : ini dapat ditetapkan berdasarkan tingkat kesenjangan produktivitas antara tingkat produktivitas yang direncanakan dan tingkat produktivitas yang diukur.
- Perencanaan target tingkat produktivitas : Perencanaan target tingkat produktivitas ini dimasa mendatang dapat dirubah kembali berdasarkana informasi pengukuran tingkat produktivitas.
- Perencanaan sumber daya : Perencanaan sumber daya akan menjadi lebih efektif dan efisien melalui pengukuran produktivitas, baik dalam perencanaan jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang.
- Pengukuran tingkat produktivitas : Pengukuran tingkat produktivitas perusahaan akan menjadi informasi yang bermanfaat dalam membandingkan tingkat produktivitas diantara organisasi perusahaan dalam industri sejenis serta bermanfaat pula untuk informasi produktivitas industri pada skala nasional maupun global.
- Tujuan ekonomis dan non ekonomis : Tujuan ekonomis dan non ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan kembali dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut produktivitas. Perusahaan dapat menilai efesiensi sumber dayanya agar dapat meningkatkan produktivitas melalui efesiensi pengguna sumbersumber daya itu.
- Pengukuran produktivitas : Pengukuran produktivitas akan menciptakan tindakantindakan kompetitif berupa upayaupaya peningkatan produktivitas terus menerus (continiuos productivity improvment).
Syarat Pengukuran Produktivitas
Syarat utama yang harus diikuti oleh setiap organisasi atau perusahaan dalam melakukan
pengukuran produktivitas yang benar, yaitu:
- Keabsahan (Validity) : Keabsahan (validity) yaitu ukuran yang dapat menggambarkan perubahan tingkat produktivitas yang sebenarnya secara tepat.
- Kelengkapan (completeness) : Keikutsertaan seluruh faktor yang berpengaruh baik dari segi masukkan maupun keluaran akan memberikan ketelitian yang tinggi pada hasil pengukuran produktivitas.
- Dapat dibandingkan (comparability) : Syarat utama dalam pengukuran tingkat produktivitas adalah ketersediaan data dana data yang tersedia harus dapat dibandingkan. Perbandingan dilakukan terhadapa hasil pengukuran produktivitas didalam priode yang berbeda.
- Ketermasukan (inclusiveness) : Pengukuran tingkat produktivitas menyatukan banyak kegiatan dalam fungsi-fungsi organisasi perusahaan.
- Efektivitas ongkos (cost effectiveness) : Disamping manfaat yang diperoleh, pengukuran tingkat produktivitas juga memerlukan ongkos produksi. Agar ongkos yang dikeluarkan untuk kegiatan pengukuran tingkat produktivitas tidak mengurangi nilai manfaat yang dihasilkan, perlu dilakukan analisis rugi dalam pengukuran ini.
Model Pengukuran Produktivitas Berdasarkan Pendekatan Rasio Output dan Input
- Produtivitas Parsial : Produktivitas parsial sering juga disebut dengan produktivitas faktor tunggal yang merupakan rasio dari output terhadap salah satu jenis input. Sebagai contoh, produktivitas tenaga kerja merupakan ukuran produktivitas parsial bagi input tenaga kerja yang diukur berdasarkan rasio output terhadap input tenaga kerja. Maka dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut : Produktivitas Parsial Tenaga Kerja = πΆπππππ πππππ π ππππππππ / π°ππππ ππππππ πππππ πππππ π ππππππππ
- Produktivitas Total : Faktor Produktivitas total faktor merupakan rasio dari output bersih terhadap banyak input modal dan tenaga kerja yang digunakan. Output bersih adalah hasil pengurangan total output dengan barangbarang dan jasa antara input yang digunakan dalam proses produksi. πππππ’ππ‘ππ£ππ‘ππ πππ‘ππ πΉπππ‘ππ= ππππππ ππππππ / πππππ ππππππ πππππ + ππππππππ
- Produktivitas Total : Produktivitas total merupakan rasio dari output total terhadap input total (semua input yang digunakan dalam proses produksi). πππππ’ππ‘ππ£ππ‘ππ πππ‘ππ = πππππ ππππππ (πππππππππ) / πππππ πππππ (πππππππππ)
Model Pengukuran Produktivitas Berdasarkan Angka Indeks
Angka indeks meupakan sebuah alat angka matematik yang digunakan untuk menyatakan tingkat harga, volume perniagaan dan sebagainya dalam periode tertentu, dibandingkan dengan tingkat harga, volumeperniagaan suatu periode dasar, yang nilainya dinyatakan dengan 100. Dalam menghitung angka indeks, waktu atau tahun yang lalu disebut sebagai tahun dasar, yaitu waktu atau tahun yang dijadikan dasar untuk menentukan perkembangan suatu harga atau berfungsi sebagai waktu atau tahun pembanding. Penentuan tahun dasar untuk menghitung angka indeks perlu memperhatikan tiga faktor, yaitu:
- Tahun dasar hendaknya dipilih pada waktu kondisi perekonomian relatif stabil.
- Jarak antara tahun dasar dengan tahun sekarang tidak terlalu jauh
- Penentuan tahun dasar hendaknya memperhatikan kejadian-kejadian penting, misalnya tahun pada saat terjadinya kenaikan harga BBM, kenaikan tarif dasar listrik dan lain-lain.
.
.
.
.
Sumber :
Ariani, Dorothea Wahyu. Modul Pengertian Dasar Bisnis, Kewirausahaan, dan Lingkungan Bisnis. Universitas Terbuka.
Blocher, Edward J, David E. Stout, Gary Cokins. 2014. Manajemen Biaya: Penekanan Strategis. Edisi 5 Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Hansen, Heitger, Maryanne M. Mowen. 2017. Mangerial Accounting: The Cornerstone of Business Decision Making. 7th Edition. Boston: Cengage Learning.
Hilton, R,W. 2011. Managerial Accounting: Creating Value In A Dynamic Business Environment. 9th Edition. New York: McGraw Hill Irwin.
Horngren, Srikant M. Datar, Madhav Rajan. 2012. Cost Accounting: A Managerial Emphasis. 14th Edition. Pretince Hall.
Indawati dan Anggun Anggraini. 2021. Manajemen Strategi Biaya. Universitas Pamulang.
Komentar
Posting Komentar