Implementasi Pengukuran Produktivitas Total - Manajemen Kinerja SDM

Implementasi Pengukuran Produktivitas Total

Menurut Sedarmayati (2018) berpendapat bahwa produktivitas adalah perbandingan hasil yang dicapai dan peran serta pegawai persatuan waktu. 
Menurut Riyanto dalam Elbandiansyah (2019:250), produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang diperlukan (input). 
Menurut Martono (2019) produktivitas merupakan rasio antara besaran volume output terhadap besaran input yang digunakan.
Dari beberapa pendapat ahli yang sudah disampaikan diatas, dapat disimpulkan bahwa produktivitas adalah rasio perbandingan antara hasil dan sumber daya yang diperlukan untuk memperoleh hasil tersebut. Dimana sumber daya disini dapat berupa sumber daya manusia, mesin, keuangan, bahan baku dan lainnya. 

Manfaat Pengukuran Produktivitas Total

  • Strategi untuk meningkatkan produktivitas dapat ditetapkan berdasarkan tingkat kesenjangan produktivitas antara tingkat produktivitas yang direncanakan dan tingkat produktivitas yang diukur. 
  • Perencanaan target tingkat produktivitas dimasa mendatang dapat dirubah kembali berdasarkana informasi pengukuran tingkat produktivitas. 
  • Perencanaan sumber daya akan menjadi lebih efektif dan efisien melalui pengukuran produktivitas, baik dalam perencanaan jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang. 
  • Pengukuran produktivitas akan menciptakan tindakan-tindakan kompetitif berupa upaya-upaya peningkatan produktivitas terus menerus (continiuos productivity improvment). 

Unsur – Unsur Dalam Produktivitas

Efisiensi

Efisiensi mengacu pada kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dengan penggunaan sumber daya seminimal mungkin. Ini berarti meminimalkan pemborosan waktu, tenaga, dan biaya dalam proses produksi atau operasional. Efisiensi dapat diukur dengan rasio output terhadap input. Semakin tinggi rasio ini, semakin efisien proses tersebut. Dalam praktik, efisiensi melibatkan optimalisasi penggunaan bahan baku, waktu kerja, dan tenaga kerja, serta penerapan teknologi dan metode kerja yang lebih baik.

Efektivitas

Efektivitas mengacu pada kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fokusnya adalah pada pencapaian hasil yang sesuai dengan yang diinginkan, bukan hanya pada seberapa cepat atau hemat proses tersebut dilakukan. Efektivitas diukur berdasarkan seberapa baik hasil akhir sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Indikator kinerja utama (Key Performance Indicators atau KPIs) sering digunakan untuk menilai efektivitas. Untuk meningkatkan efektivitas, organisasi perlu memastikan bahwa tujuan dan sasaran yang jelas telah ditetapkan, serta strategi dan tindakan yang diambil diarahkan langsung pada pencapaian tujuan tersebut.

Kualitas

Kualitas mengacu pada karakteristik produk atau layanan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan. Ini mencakup aspek keandalan, daya tahan, dan kegunaan produk atau layanan tersebut. Kualitas dapat diukur melalui berbagai cara, termasuk pengujian produk, umpan balik pelanggan, tingkat kegagalan, dan kepatuhan terhadap standar dan spesifikasi. Dalam meningkatkan kualitas, organisasi dapat menerapkan sistem manajemen kualitas seperti ISO 9001, melakukan pengendalian kualitas secara terus-menerus, dan berfokus pada perbaikan berkelanjutan melalui metode seperti Six Sigma atau Total Quality Management (TQM).

Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

Faktor Tenaga Kerja

  1. Keterampilan dan Pendidikan: Tingkat keterampilan dan pendidikan tenaga kerja sangat mempengaruhi produktivitas. Pekerja yang lebih terampil dan berpendidikan cenderung lebih efisien dan efektif dalam melaksanakan tugas.
  2. Motivasi dan Moral: Motivasi dan moral tenaga kerja berperan besar dalam produktivitas. Karyawan yang termotivasi cenderung bekerja lebih keras dan lebih berkomitmen.
  3. Kesehatan dan Kesejahteraan: Kondisi kesehatan fisik dan mental pekerja juga penting. Tenaga kerja yang sehat akan memiliki tingkat absensi yang lebih rendah dan produktivitas yang lebih tinggi.

Faktor Energi

  1. Ketersediaan Energi: Ketersediaan dan keandalan pasokan energi mempengaruhi produktivitas, terutama dalam industri yang sangat bergantung pada energi.
  2. Efisiensi Energi: Penggunaan energi yang efisien dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas. Investasi dalam teknologi hemat energi dan pengelolaan energi yang baik sangat penting.
  3. Biaya Energi: Biaya energi juga mempengaruhi produktivitas. Energi yang mahal dapat meningkatkan biaya produksi dan menurunkan margin keuntungan.

Faktor Modal

  1. Investasi dalam Teknologi: Investasi dalam teknologi baru dapat meningkatkan produktivitas dengan memungkinkan proses yang lebih cepat dan efisien.
  2. Peralatan dan Mesin: Kondisi dan ketersediaan peralatan dan mesin sangat mempengaruhi produktivitas. Peralatan yang terawat baik dan modern dapat meningkatkan output dan kualitas.\
  3. Akses ke Modal Finansial: Akses yang baik ke modal finansial memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi dalam infrastruktur, teknologi, dan pelatihan yang meningkatkan produktivitas.

Faktor Metode dan Prose

  1. Proses Produksi: Desain dan efisiensi proses produksi sangat mempengaruhi produktivitas. Proses yang dirancang dengan baik mengurangi pemborosan dan meningkatkan output.
  2. Inovasi dan Peningkatan Berkelanjutan**: Penerapan inovasi dan perbaikan berkelanjutan dalam proses dapat meningkatkan produktivitas. Metode seperti Lean Manufacturing dan Six Sigma dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan.
  3. Standar dan Prosedur Operasional: Standar dan prosedur yang jelas memastikan konsistensi dan efisiensi dalam operasional sehari-hari.

Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal

  1. Lingkungan Internal: Aspek seperti budaya organisasi, struktur manajemen, komunikasi, dan kepemimpinan dalam perusahaan mempengaruhi produktivitas. Lingkungan kerja yang mendukung dan kolaboratif dapat meningkatkan produktivitas.
  2. Lingkungan Eksternal: Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, persaingan, dan perkembangan teknologi juga mempengaruhi produktivitas. Perubahan dalam regulasi atau kebijakan ekonomi dapat berdampak langsung pada efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan.
  3. Infrastruktur dan Logistik: Kualitas infrastruktur dan logistik, termasuk transportasi dan jaringan komunikasi, juga mempengaruhi produktivitas. Infrastruktur yang baik memungkinkan pengiriman bahan baku dan produk akhir yang lebih cepat dan efisien.

Pengukuran Produktivitas

Menurut Blocher, et al., (2007:307) ukuran produktivitas bisa dilihat melalui dua cara yaitu produktivitas operasional dan produktivitas finansial. Dimana produktivitas opersional adalah rasio unit output terhadap unit input, pembilang maupun penyebutnya merupakan ukuran fisik (dalam unit). Berbeda dari produktivitas operasional, pada produktivitas finansial pembilang atau penyebutnya dalam satuan mata uang (rupiah). 
Rumus Produktivitas secara umum :


Rumus Produktivitas Total :

Kelebihan Produktivitas Total

  1. Memberikan gambaran atau representasi yang akurat tentang keadaan ekonomi perusahaan. 
  2. Sebagai alat kontrol atau pengendali operasional perusahaan.
  3. Membantu manajemen tingkat atas (top level management). 

Kekurangan Produktivitas Total

  1. Mengukur produktivitas komprehensif semua faktor operasi, dan mengurangi kemungkinan memanipulasi beberapa faktor produksi melalui evaluasi kinerja, sehingga mengingkatkan indikator produktivitas dari faktor produksi lainnya 
  2. Dasar untuk mengevaluasi perubahan produktivitas akan berubah seiring waktu 

.
.
.
.

Sumber :
Ariani, Dorothea Wahyu. Modul Pengertian Dasar Bisnis, Kewirausahaan, dan Lingkungan Bisnis. Universitas Terbuka.

Blocher, Edward J, David E. Stout, Gary Cokins. 2014. Manajemen Biaya: Penekanan Strategis. Edisi 5 Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.

Hansen, Heitger, Maryanne M. Mowen. 2017. Mangerial Accounting: The Cornerstone of Business Decision Making. 7th Edition. Boston: Cengage Learning.

Hilton, R,W. 2011. Managerial Accounting: Creating Value In A Dynamic Business Environment. 9th Edition. New York: McGraw Hill Irwin.

Horngren, Srikant M. Datar, Madhav Rajan. 2012. Cost Accounting: A Managerial Emphasis. 14th Edition. Pretince Hall.

Indawati dan Anggun Anggraini. 2021. Manajemen Strategi Biaya. Universitas Pamulang.

Komentar