Teori Evaluasi Kinerja Dan Manajamen Performa - Manajemen Kinerja SDM

Teori Evaluasi

Wirawan mengemukakan bahwa evaluasi kinerja sebagai proses penilaian oleh penilai (pejabat) yang melakukan penilaian (appraisal) mengumpulkan informasi mengenai kinerja ternilai (pegawai) yang dinilai (appraise) yang didokumentasikan secara formal untuk menilai kinerja ternilai dengan membandingkannya dengan standar kinerjanya secara priodik untuk membantu pengambilan keputusan manajemen SDM.

Sasaran Evaluasi Kinerja

  • Evaluasi kinerja dapat dipergunakan untuk administrasi penggajian, umpan balik kinerja identifikasi kekuatan dan kelemahan individu, mendokumentasi keputusan kepegawaian, penghargaan terhadap kinerja individu, mengidentifikasi kinerja buruk, membantu dalam mengidentifikasi tujuan, menetapkan keputusan promosi, pemberhentian pegawai dan mengevaluasi pencapaian tujuan ( Kreitner dan Kinicki (2001) )
  • Evaluasi kinerja memberikan manfaat antara lain untuk membantu supervisor dalam membuat keputusan tentang kompensasi relatif, membantu manajer mengevaluasi kecocokan bawahan untuk training dan development dan mutasi pekerjaan membuka saluran komunikasi antara supervisor dan bawahan dan memberi bawahan umpan balik yang berguna tentang bagaimana mereka melakukan pekerjaan ( Vecchio (1995) )

Tujuan Evaluasi Kinerja

  • Pengembangan
  • Pemberian Reward
  • Motivasi
  • Perencanaan SDM
  • Kompensasi
  • Komunikasi

Kegunaan Evaluasi Kinerja

  • Memperkuat posisi tawar antara perusahaan dengan karyawan.
  • Memperbaiki kinerja karyawan dan kinerja perusahaan.
  • Menyesuaikan pembayaran kompensasi kepada karyawan.
  • Sebagai dasar pembuatan keputusan dalam penempatan karyawan.
  • Sebagai dasar untuk menetapkan pelatihan dan pengembangan.
  • Sebagai dasar untuk menyusun perencanaan dan pengembangan karier karyawan.
  • Sebagai dasar untuk melakukan evaluasi proses staffing.
  • Sebagai dasar defisiensi prosedur penempatan karyawan.

Instrumen Evaluasi Kinerja

  • Data tentang Penilaian
  • Skala Penilaian
  • Deskriptor Level Kinerja
  • Uji Coba Instrumen

Metode Evaluasi Kinerja

  • Written Essays
  • Critical Incidents
  • Graphic Rating Scales
  • Behaviorally Anchored Rating Scales
  • Group Order Thinking
  • Individual Ranking
  • Paired Comparison

Manajemen Performa (Kinerja)


Manajemen kinerja menurut Armstrong dalam Wibowo (2017) memberikan perumusan baru bahwa manajemen kinerja adalah sebuah proses sistematis untuk memperbaiki kinerja organisasi dengan mengembangkan kinerja individu dan tim sebagai sarana untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dengan memahami dan mengelola kinerja dalam kerangka kerja yang disepakati tentang tujuan yang terencana, standar, dan persyaratan kompetensinya.

Ruang Lingkup Manajemen Kinerja

Rencana Manajemen Kinerja ini Merangkum secara menyeluruh dan luas mencakup semua aspek dan fungsi yang ada dalam sebuah organisasi.  Selain melibatkan manusia, elemen-elemen ini mancakup teknologi, kualitas input, kondisi lingkungan fisik, serta iklim dan budaya organisasi. 

Proses manajemen umum meliputi: 

  • Menurumuskan tanggung jawab dan Tugas yang harus dicapai
  • Menyepakati sasaran kerja 
  • Melakukan monitoring, koreksi, memberikan kesempatan dan bantuan.
  • Menilai Prestasi Karyawan 
  • Memberikan umpan balik

Tujuan Manajemen Kinerja 

Menurut Noe dkk dalam Sundari (2019)
  • Tujuan Stratejik, Manajemen kinerja harus mengaitkan kegiatan Pegawai dengan tujuan organisasi
  • Tujuan Administratif, Organisasi menggunakan informasi evaluasi kinerja untuk keputusan adminis tratif
  • Tujuan Pengembangan, Mengembangkan kapasitas pegawai yang berhasil dibidang kerjanya.

Aktifitas Manajemen Kinerja

  • Role Definition = Penandatanganan Kesepakatan kerja Bersama
  • The performance agreement = Penjelasan tentang harapan yang harus dicapai
  • The performance improvement plan = Catatan tentang apa yang harus dilakukan
  • The personal development plan = Catatan tentang tindakan yang harus dilakukan
  • Managing performance  throughout the year = Pengawasan sepanjang waktu 
  • Performance Review Tahap evaluasi formal

Sistem Manajemen Kinerja dalam Organisasi

Analisis Jabatan yang menguraikan tugas-tugas dalam jabatan 
Standar Kinerja untuk memperoleh informasi balik tentang kualitas kinerja 
Sistem penilaian kinerja sebagai cara melakukan pengukuran terhadap kinerja karyawan. 

Tahapan Manajemen Kinerja

Menurut Williams
  • Directing Or Planning, Tahap Identifikasi perilaku kerja 
  • Penerapan Monitoring pada proses organisasi, Fokus pada Manage, dukungan dan pengendalian 
  • Review or appraising, Evaluasi dan menilai kinerja 
  • Developing or rewarding, Pengembangan dan penghargaan

.
.
.
.

Sumber :
Solehuddin, M. M. (2022). MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA: Performance Analysis. Absolute Media.

Junis Setyawan, E. (2012). Manajemen Kinerja pada PT. Coca-Cola Bottling Indonesia (Doctoral dissertation, Program Studi Manajemen FEB-UKSW). 

Abdullah, M. Ma’ruf. 2014. Aswaja Pressindo Manajemen Dan Evaluasi Kinerja Karyawan. www.aswajapressindo.co.id.

Evita, Siti Noni, Wa Ode Zusnita Muizu, and Raden Tri Wayu Atmojo. 2019. “Penilaian Kinerja Karyawan Dengan Menggunakan Metode Behaviorally Anchor Rating Scale Dan Management By Objectives (Studi Kasus Pada PT Qwords Company International).” Pekbis Jurnal 9(1): 18–32.

Jogiyanto. 2005. “Sistem Informasi Penilaian Kinerja Pegawai Menggunakan Metode Graphic Rating Scales Dan 360 Derajat.” Jurnal Sistem Informasi 3(2): 1–2.

Naslen Merry Kulaleen. 2010. “Evaluasi Kinerja Aparatur Dinas Tenaga Keja Dan Transmigrasi Provinsi JAwa Barat Dalam Pelayanan Publik Melalui Sistem Informasi Burasa Kerja Online (BKOL).” Digital library - Perpustakaan Pusat Unikom - Knowledge Center: 41–41. https://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-naslenmerr-22693. 

Wardoyo, Taufik Indra Budi Kesuma. 2019. “Evaluasi Kinerja Dealer Honda Berdasarkan Persepsi Konsumen (Studi Kasus Di Bengkel HONDA AHASS Mitra Pratama Angga Jaya Sleman).” thesis journal: 28–48. http://hdl.handle.net/123456789/17206.

Komentar