Siklus Pengukuran Kinerja - Manajemen Kinerja SDM
Siklus Pengukuran Kinerja
Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Pengukuran kinerja adalah proses penilaian kemajuan pekerjaan terhadap tujuan dan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk informasi atas: efisiensi penggunaan sumber daya dalam menghasilkan barang dan jasa, kualitas barang dan jasa. Siklus pengukuran kinerja merupakan langkah-langkah dalam pengukuran kinerja yang harus dikerjakan secara berkelanjutan agar pengukuran kinerja bisa diterapkan dengan efektif dan efisien. Tidak ada tahapan yang baku dalam pengukuran kinerja organisasi maupun organisasi publik.
Menurut Lohman 2003, ada 9 sembilan tahapan dalam pengembangan siklus pengukuran kinerja organisasi publik, yaitu :
- Mendefiniskan misi organisasi.
- Menentukan tujuan strategis organisasi berdasarkan pada misi.
- Menentukan peran dan tanggung jawab masing-masing area fungsional organisasi dalam mencapai tujuan jangka panjang.
- Untuk setiap area fungsional, ukuran kinerja mampu dikembangkan secara keseluruhan.
- Melakukan penetapan kriteria kinerja yang lebih spesifik pada tingkat operasional di tiap-tiap area fungsional.
- Memastikan adanya konsistensi dengan tujuan jangka panjang dalam hal kriteria kinerja di tiap tingkatan.
- Memastikan ukuran kinerja yang digunakan pada semua area fungsional konsisten.
- enerapkan sistem pengukuran kinerja.
- Secara berkala mengevaluasi sistem pengukuran kinerja untuk melihat kecocokan untuk perubahan lingkungan.
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan/BPKP (2000) menentukan 5 langkah dalam siklus pengukuran kinerja instansi pemerintah, yaitu:
- Perencanaan strategis. Siklus pengukuran kinerja dimulai dengan proses perencanaan strategis, yang bertujuan untuk menetapkan: visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program kegiatan dan kegiatan/aktivitas
- Penentuan Indikator Kinerja. Setelah perencanaan strategis, lembaga pemerintah harus mulai menyusun dan menentukan indikator kinerja. Indikator kinerja dapat berupa: indikator masukan, proses, keluaran, hasil, manfaat dan dampak.
- Mengembangkan Sistem Pengukuran Kinerja. Penting untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki kecukupan data untuk dijadikan dasar dalam melakukan pengukuran kinerja tersebut.
- Penyempurnaan Ukuran. Maka dalam penyempurnaan ukuran ini perlu diperhatikan: pihak yang berkepentingan (stakeholders), permintaan/keinginan pihak berkepentingan, barang dan jasa, konsumen/pengguna jasa/peserta program, keinginan konsumen, aktivitas proses, ukuran/skala, masukan, penyuplai dan persyaratan penyuplai.
- Menghubungkan dengan Proses Manajemen. Menentukan strategi yang dapat dilakukan untuk menggunakan ukuran tersebut dengan tepat. Ukuran kinerja menggunakan beberapa sumber data, dimana seluruhnya dapat dijadikan dasar sebuah organisasi dalam mengambil sebuah tindakan.
Tujuan dan Manfaat Pengukuran Kinerja
Tujuan pengukuran kinerja
Tujuan pengukuran kinerja adalah untuk menghasilkan data yang kemudian apabila data tersebut dianalisis secara tepat akan memberikan informasi yang akurat bagi manajemen dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sedangkan pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi suatu organisasi.
Manfaat pengukuran kinerja
- Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa perusahaan lebih dekat pada pelanggannya
- Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal.
- Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut.
- Membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih konkret sehingga mempercepat proses pembelajaran organisasi.
- Membangun konsensus untuk melakukan suatu perubahan dengan memberi ”reward” atas perilaku yang diharapkan tersebut.
Proses Pengukuran Kinerja
- Mendefinisikan misi, menetapkan tujuan, sasaran dan strategi Perusahaan
- Menetapkan dan mengembangkan indikator
- Pengukuran kinerja dan penilaian hasil pengukuran
- Pelaporan hasil secara formal
Infomasi tersebut kemudian dapat dijadikan:
- Bahan pertanggung jawaban/akuntabilitas atas hasil yang dicapai
- Hasil pengukuran kinerja menjadi dasar bagi manajemen atau pimpinan perusahaan untuk meningkatkan kinerja pada periode selanjutnya. perusahaan.
- Pengukuran kinerja yang dilakukan secara berkala dapat berguna dalam menilai kemajuan kinerja organisasi.
Aspek-Aspek Pengukuran Kinerja
Menurut Bastian (2001: 331), pengukuran kinerja biasanya dilakukan untuk aspek-aspek berikut ini:
- Aspek Finansial/ Aspek Finansial meliputi anggaran atau cash flow. Aspek finansial dianalogikan juga sebagai aliran darah dalam tubuh manusia.
- Kepuasan Pelanggan. Dalam globalisasi perdagangan, peran dan posisi pelanggan sangat krusial dalam penentuan strategi perusahaan
- Operasi dan Pasar Internal. Informasi operasi dan pasar internal menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas operasi organisasi.
- Kepuasan Pegawai/ Dalam organisasi yang banyak melakukan inovasi, peran strategis pegawai amat menentukan kelangsungan organisasi.
- Kepuasan Komunitas. Pengukuran kinerja perlu dirancang untuk mengakomodasi kepuasan para stakeholders.
- Waktu. Informasi untuk pengukuran harus informasi terbaru, sehingga manfaat hasil pengukuran kinerja dapat dimaksimalkan.
Metode-Metode Sistem Pengukuran Kinerja
Metode-metode sistem pengukuran kinerja menurut Vanany (2003), antara lain adalah sebagai berikut:
Balance Scorecard (BSC).
Balance Scorecard sangat dikenal dikalangan perusahaan sebagai sistem pengukuran kinerja. Metode ini menggunakan 4 perspektif dalam mengukur kinerja yaitu financial, pelanggan, proses bisnis internal serta proses belajar dan pertumbuhan yang dilakukan dengan menggunakan design awal strategi sebagai dasar perancangan SPK.
Sustainability Balance Scorecard (SBSC)
Metode ini menggambarkan kaitan antara kinerja ekonomi, lingkungan dan sosial dari sebuah organisasi.
Cambridge Model
Metode Cambridge menggunakan grup produk sebagai dasar untuk mendefinisikan Key Performance Indicator dan dari pengelompokkan produk ini, tujuan bisnis ditentukan untuk produk grupnya
Integrated Performance Measurement System (IPMS).
Metode IPMS adalah model SPK yang bertujuan untuk membuat sistem pengukuran kinerja lebih kokoh, terhubung, efisien dan efektif. Keinginan stakeholder menjadi titik awal atau dasar didalam melaksanakan perancangan SPK dalam metode IPMS.
Integrated Environment Performance Measurenment System (IEPMS).
Integrated Environment Performance Measurenment System (IEPMS) adalah metode sistem pengukuran kinerja yang kaitannya dengan lingkungan. Ukuran-ukuran kualitatif dan kuantitatif digunakan secara bersama-sama dalam merancang metode IEPMS
Tujuan Siklus Pengukuran Kinerja
Siklus pengukuran kinerja merupakan serangkaian langkah berkelanjutan yang dirancang untuk menilai dan meningkatkan kinerja individu, tim, dan organisasi secara keseluruhan.
Berikut adalah beberapa tujuan utama dari siklus pengukuran kinerja:
- Meningkatkan Kinerja
- Meningkatkan Pengambilan Keputusan
- Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan
- Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
- Meningkatkan Transparansi dan Komunikasi
.
.
.
.
Sumber :
Andry Sugeng, d. (2022). Pengukuran Kinerja. Tangerang Selatan: 12 Juli 2022.
Ekonomi, S. T. (2020, Januari). Kinerja. Retrieved from Pengertian Kinerja: http://repository.ekuitas.ac.id/bitstream/handle/123456789/75/BAB%202.pdf?sequenc
e=7&isAllowed=y#:~:text=Tujuan%20pengukuran%20kinerja%20adalah%20untuk,k
eputusan%20untuk%20meningkatkan%20kinerja%20perusahaan.
Febrianto, A. (2017). Studi Kasus Pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lohjinawe Rembang. ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE PENDEKATAN BALANCED SCORECARD, 18.
malang.ac.id, u. (2019). Pengukuran Kinerja. Pengukuran Kinerja, 11-15.
Suwandi, M. M. (2017). Studi Kasus. PENGUKURAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DALAM PERSPEKTIF VALUE FOR MONEY, 475-476.
uajy.ac.id. (2019). Kinerja. Pengukuran Kinerja, 16-33.
Komentar
Posting Komentar