Model-Model Pengukuran Kinerja - Manajemen Kinerja SDM

Model-Model Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan. Hasil pengukuran tersebut kemudian digunakan sebagai umpan balik dalam bentuk tindakan yang efektif dan efisien dan akan memberikan informasi tentang prestasi pelaksanaan suatu rencana dan titik dimana perusahaan memerlukan penyesuaian- penyesuaian atas aktivitas perencanaan dan pengendalian.

Tujuan Pengukuran Kinerja

  • Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan organisasi
  • Menyediakan sarana pembelajaran pegawai
  • Memperbaiki kinerja periode-periode berikutnya
  • Memberikan pertimbangan yang sistematik dalam pembuatan keputusan, pemberian penghargaan dan hukuman
  • Memotivasi Pegawai
  • Menciptakan akuntabilitas publik

Syarat Pengukuran Kinerja

Menurut Mutia (2009), terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengukuran kinerja, yaitu :
  • Spesifik dan jelas untuk menghindari kesalahan interpretasi. 
  • Dapat diukur secara obyektif baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
  • Menangani aspek-aspek yang relevan.
  • Harus penting atau berguna untuk menunjukkan keberhasilan input, output, hasil/outcome, manfaat maupun dampak serta proses.
  • Fleksibel dan sensitif terhadap perubahan pelaksanaan.
  • Efektif, dalam arti datanya mudah diperoleh, diolah, dianalisis dengan biaya yang tersedia.

Indikator Pengukuran Kinerja

Menurut Mutia (2009), terdapat beberapa indikator kinerja, yaitu sebagai berikut :
  • Indikator kinerja input (masukan)
  • Indikator kinerja output (keluaran)
  • Indikator kinerja outcome (hasil)
  • Indikator kinerja benefit (manfaat)
  • Indikator kinerja impact (dampak)

Proses Pengukuran Kinerja

  • Mendefinisikan misi, penetapan tujuan, sasaran dan strategi perusahaan
  • Penetapan dan pengembangan indikator
  • Pengukuran kinerja dan penilaian hasil pengukuran
  • Pelaporan hasil-hasil secara formal

Model-Model Pengukuran Kinerja

Model yang tepat harus mampu ditetapkan dalam melakukan perancangan system pengukuran kinerja sebuah organisasi sehingga mampu mengukur kinerja organisasi secara menyeluruh. Model pengukuran kinerja bergantung pada situasi serta kondisi setiap organisasi, sehingga tidak seluruh model dapat digunakan. 

Model-Model Pengukuran Kinerja
  • Balance Scorecard Model
  • Human Resource Scorecard
  • Integrated Performance Measurement System (IPMS) 
  • Model Performance Prism (prisma)
  • Model Supply Chain Management (SCM)

.
.
.
.

Sumber : 
Drucker, P.F. 1999. Manajemen: Tugas, Tanggung Jawab dan Praktek. Jakarta: Gramedia.

Mulyadi. 2005. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Widodo, Joko. 2006. Membangun Birokrasi Berbasis Kinerja. Jakarta: Bayumedai Publishing.
Mangkunegara, A.P. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Prawirosentono, Suyadi. 1999. Manajemen sumber Daya Manusia (Kebijakan Kinerja Karyawan), Kiat membangun Organisasi Kompetitif menjelang Perdagangan Bebas Dunia. Yogyakarta: BPFE.

Hansen & Mowen. 2004. Manajemen Biaya. Jakarta: Salemba Empat.

Mahmudi. 2010. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP STIMYKPN.

Yuwono, Sony. dkk. 2007. Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mutia, Nila. 2009. Tesis: Usulan Rancangan Indikator Pengukuran Kinerja Service Scorecard untuk Kualitas Jasa pada Diklat Pelayaran. Jakarta: Universitas Indonesia.

Vanany, Iwan. 2003. Aplikasi Analytic Network Process (ANP) Pada Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja (Studi Kasus pada PT.X). Jurnal teknik Industri Vol.5.

Yasmine, Fathia. Bachtiar, Iyan & Nana Asep. 2017. Pengukuran Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard (Studi Kasus pada PT. Retailindo). Jurnal teknik Industri Vol.3. 

https://www.academia.edu/18373350/Pengukuran_kinerja 









Komentar